Sunday, December 7, 2014

UKM di Universitas Tarumanagara

UKM OLAH RAGA
  • Liga Climbing
  • Liga Bola Voli
  • Liga Tenis Meja
  • Liga Bola Basket
  • Liga Sepak Bola
  • Liga Bulu Tangkis
  • Ju-Jitsu
  • Tae Kwon Do
  • Wushu
  • Judo
UKM SENI 
  • Perhimpunan Fotografi Tarumanagara (PFT)
  • Paduan Suara Universitas Tarumanagara (PSUT)
  • Band Tarumanagara
  • Seni Teater Tarumanagara (Sentra)
  • Citra Pesona
  • Tarumanagara English Club (TEC)
UKM PENCINTA ALAM
  • Mahasiswa Ekonomi Pencinta Alam (MEGA)
  • Mahasiswa Hukum Tarumanagara (MAHUPA)
  • Mahasiswa Teknik Pencinta ALam (MASIPALA)
  • Palp Medical
UKM BAKAT & MINAT
  • Wacana Mahasiswa Ksatria Tarumanagara (WMKT)
  • Radio Tarumanagara (VOMS)
UKM KEROHANIAN
  • Forum Ukhuwah Tarumanagara (FUT)
  • Dharmayana
  • Adhyatmaka
  • Persekutuan Doa Oikumene (POUT)

cr : http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-403.html

Fasilitas Universitas Tarumanagara

•  TARUMANAGARA KNOWLEDGE CENTER  (TKC)
Tarumanagara Knowledge Centre (TKC) adalah lembaga non profit yang menunjang kegiatan akademik dimana merubah paradigma perpustakaan pada umumnya. TKC didirikan pada tanggal 11 Desember 2007 bernaung dibawah Yayasan Tarumanagara, didirikan sebagai sarana untuk menunjang kegiatan akademik Universitas Tarumanagara (UNTAR) pada khususnya dan juga melayani masyarakat luas pada umumnya. Dasar pembentukan TKC adalah prakarsa Yayasan Tarumanagara untuk mewujudkan sumber belajar yang dapat dinikmati secara baik oleh civitas akademika Tarumanagara maupun masyarakat luas. Sumber belajar ini dimungkinkan berkat visi positif dari  pihak Yayasan Tarumanagara dalam rangka pengabdian yayasan untuk Universitas Tarumanagara (UNTAR) dan masyarakat umum.

•  SPORTCLUB
Pepatah mengatakan Mens sana in corpora sano  jiwa yang sehat terletak pada badan yang sehat. Jadi bukan hanya cerdas dan sehat jiwanya tapi juga sehat badannya. Yayasan tarumanagara sangat peduli dengan hal itu. Baik untuk mahasiswa maupun karyawannya. Kepeduliannya itu diwujudkan dengan menyediakan sarana fasilitas olah raga. Fitness UNTAR adalah salah satu kegiatan gelanggang olah raga (GOR) UNTAR. Di GOR itu yang dibuka pada tanggal 7 Agustus 2007 ada bermacam-macam olah raga. Selain Fitness di sana da bulu tangkis, tenis, bola volley dan lain-lain. GOR berada di lantai 8 (paling atas) gedung parker.Keberadaan GOR ini menajdi nilai plus bagi Universitas Tarumanagara.

•  LIBRARY
Pada saat ini Universitas Tarumanagara memiliki 5 (lima) buah perpustakaan fakultas dan 1 (satu) buah perpustakaan program pascasarjana dan Tarumanagara Knowledge Centre (TKC). Mahasiswa Program Magister Teknik Perencanaan guna mendukung kegiatan belajar mengajar serta untuk menyelesaikan pendidikannya di program studi, dapat mengakses pada semua perpustakaan di Universitas Tarumanagara tersebut. Secara rinci koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan Program Pascasarjana memiliki 69.944 Judul Buku/Majalah dengan sekitar 180.193 eksemplar. Saat ini perpustakaan Program Pascasarjana memiliki e-journal ASCE yang bisa diakses, selain itu juga memiliki e-journal dengan penerbit Emerald.

•  HOSPITAL
Rumah Sakit Royal Taruma yang diresmikan pada tanggal 29 Maret 2007 merupakan cita-cita lama Yayasan Tarumanagara yang tertunda. Sebelum Rumah Sakit Royal Taruma berdiri, para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagra melakukan praktek di berbagai rumah sakit. Awalnya Rumah Sakit Sumber Waras di Grogol Jakarta Barat itu menjadi andalan utama untuk tempat praktek mahasiswa Fakultas Kedokteran UNTAR. Rumah Sakit Sumber Waras secara historis  merupakan saudara kandung dari Universitas Tarumanagara. Dalam perkembangannya akhir-akhir ini rumah sakit tersebut tidak bias lagi menjadi andalan. Sedangkan kebutuhan tempat praktek mahasiswa sangat mendesak. Apalagi keadaan Fakultas Kedokteran yang semakin popular menampung lebih banyak jumlah mahasiswa. Bertambahnya mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran tentu akan menambah keuntungan. Namun akhir-akhir ini daya tamping rumah sakit untuk menerima mahasiswa berpraktek menjadi persoalan tersendiri. Apalagi yang diberlakukan di perguruan tingi sekarang adalah kurikulum yang berbasis kompetensi. Tidak bias tidak, Yayasan Tarumanagara sebagai penyelenggara  pendidikan Universitas Tarumanagara harus segera mewujudkan kebutuhan tersebut. Selain bidang pendidikan, Yayasan adalah badan social yang bergerak dalam bidang kesehatan, kesejahteraan dan bidang lainnya. Untuk itu Yayasan menjalankan usaha sosial diantaranya mendirikan rumah sakit.


cr. http://pasca.tarumanagara.ac.id/index.php/fasilitas.html

Untar Mengabdi Memajukan Pendidikan di Indonesia

Universitas Tarumagara (UNTAR) memperingati HUT ke-55 dengan menggelar acara bertajuk “Emerald Forest”, diCiputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). Kegiatan ini merupakan perayaan perjalanan UNTAR di kancah pendidikan Indonesia. Acara akan berisikan pemberian penghargaan bagi para tokoh yang telah berjasa bagi pendidikan nasional di Indonesia, pameran karya mahasiswa, dan pertunjukan musikal oleh Lentera Simfonia Orchestra, The Monarch Choir dan Mousai Arpa Choir.



Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwapencapaian usia 55 tahun merupakan langkah nyata UNTAR dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Untar akan terus melakukan berbagai pengembangan SDM, infrastruktur kampus, teknologi informasi serta penyempurnaan strategi marketing dan komunikasi untuk mencapai tiga sasaran yaitu integrity, professionalism, dan entrepreneurship (IPE). Tak kalah pentingnya, perjalanan ke depan UNTAR akan sangat tergantung pada semangat persatuan sivitas dan seluruh unsur terkait. Langkah-langkah strategis ini diharapkan akan semakin membawa UNTAR bergerak lebih cepat menjadi universitas terkemuka di Asia Tenggara.


“Sejak didirikan hingga hari ini, UNTAR secara konsisten mengedepankan dan menekankan aspek budi luhur (integrity) sebagai  syarat utama untuk dapat menjadi individu yang sukses. Selain itu filosofi menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa profesional dan kewirausahaan (entrepreneurship) dan  dapat menjawab tantangan global, selalu menjadi landasan pendidikan kami.  Diharapkan UNTAR akan terus berjaya dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujar Ketua pengurus Yayasan Tarumanagara Gunardi S.H, M.H.
Dalam peringatan  HUT ke-55, UNTAR memberikan “Tarumanagara Award” sebagai bentuk penghargaan secara khusus bagi para tokoh  yang telah mengambil bagian penting untuk kemajuan UNTAR dan mewujudkan cita-cita  mencerdaskan kehidupan bangsa. 








Adapun penerima penghargaan tersebut adalah:
  • Tarumanagara Award kategori penggagas dan pendiri: P. K Ojong
  • Tarumanagara Award kategori pembina dan pengembang: Dr.(HC) Ir. Ciputra
  • Tarumanagara Award kategori pengabdi keilmuan: Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata dan Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga, MMSI
 “Besar harapan saya dengan semakin bertambahnya usia,  UNTAR akan terus bekerja, berkarya dan tentunya semakin memberikan sumbangsih bagi pendidikan di Indonesia,” tambah Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D.

cr. http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-1103.html

Dr.Ariawan Gunadi, S.H.,M.H. Menjadi Pembicara Asean Economic Community

Dr.Ariawan Gunadi, SH,MH- menjadi pembicara di Bali bersama Menteri Kesehatan RI, pada event nasional Updated Asean Economic Community dalam Healthcare Sector, even internasional di level ASEAN ini diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI, PERSI, dan IDI serta SIEMENS pada tanggal 20 September 2014. Pemaparan DR Ariawan Gunadi disaksikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, 250 orang dari Pejabat pemerintah termasuk Kepala Dinas kesehatan bali, Ketua Persi Bali, Ketua Idi bali, CEO Rumah Sakit dari dalam dan Luar negeri, Para Guru besar yang hadir dan Dekan Fakultas Kedokteran, para undangan dari luar negeri serta Media internasional yang turut meliput. Dr. Ariawan Gunadi memberikan penyampaian dan analisis serta strategi mendalam mengenai AEC Blueprint dimana section di dalamnya memuat mengenai Implikasi terhadap healthcare sector di Indonesia, termasuk Hospital services (kepemilikan asing 67-70 persen utk rumah sakit di Indonesia, maupun Tenaga medis asing yang akan cukup banyak berdatangan di Indonesia. Bali mencatat untuk tenaga medis dan skilled labour mengalami peningkatan jumlah yang signifikan setiap tahunnya. Selain itu Dr. Ariawan menekankan perlu nya penanganan safeguard, antidumping, countervailing duty utk dilakukan di Indonesia, juga pentingnya pengawasan operasional selain izin prinsip dalam berjalannya klinik atau rumah sakit sehingga tenaga medis asing yang masuk ke Indonesia dapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semoga peran Dr. Ariawan Gunadi dapat membawa nama Universitas Tarumanagara di Level ASEAN.

  cr. http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-1099.html

Sharing Knowledge ”Mengelola Bisnis Secara Berkelanjutan”

Sharing Knowledge ”Mengelola Bisnis Secara Berkelanjutan” bersama Harli Ojong, dari Kompas Group dan Miranti Ojong di Auditorium Gedung Utama lantai 3, Universitas Tarumanagara pada 14 November 2014. Dalam kesempatan ini membahas tentang bagaimana suatu bisnis dapat bertahan dari masa ke masa seperti yang telah dilakukan oleh Kompas Group semenjak didirikan sampai sekarang ini. Acara ini dimoderatori oleh salah satu editor Jakarta Post- Ahmad Junaidi.

Dalam acara ini, banyak hal yang dibahas mengenai bagaimana suatu bisnis dapat berkembang dan dapat bertahan dari masa ke masa dan juga membahas mengenai bagaimana media online seperti sekarang, sudah lebih diminati oleh masyarakata luas. Dan bagaimana cara mengatasi agar bisnis seperti Kompas Group yang terkenal dengan surat kabarnya, dapat mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan perkembangan di era media baru yang terus berkembang dan Kompas Group sebagai salah satu media massa yang menyampaikan berita tetap diminati oleh para masyarakat luas.
Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada Harli Ojong dan Miranti Ojong.



cr. http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-1112.html

Untar Meraih Juara 2 National Risk Management Competition 2014

Universitas Tarumanagara kembali menorehkan prestasi yang membanggakan setelah tim LBT (Lab Best Team) yang terdiri dari Metta Desianti Yunus, Suyana Tantri dan Halim Rusli yang berasal dari Fakultas Ekonomi Jurusan S1 Manajemen Bisnis berhasil meraih juara ke 2 National Risk Management Competition 2014 yang diadakan oleh S1 Manajemen Universitas Parahyangan bekerja sama dengan CRMS (Centre of Risk Management Studies).
Untuk mencapai posisi ini tim LBT harus berjuang keras untuk lolos ke babak Semifinal terlebih dahulu yang hanya mengambil 10 tim terbaik dari total 40 tim partisipan yang berasal dari berbagai Universitas di seluruh Indonesia.  Berdasarkan hasil Semifinal yang diadakan pada hari Sabtu, tanggal 22 November 2014, hanya 5 tim terbaik yang berhasil masuk ke babak Final yakni 3 tim yang berasal dari tuan rumah Universitas Parahyangan, Universitas Tarumanagara dan Universitas Surabaya. Di babak final inilah akhirnya tim LBT berhasil meraih juara ke 2 berdasarkan keputusan juri.  Adapun tim panel juri terdiri dari 3 orang juri praktisi dan 3 orang juri dosen yang berkualifikasi di bidang Manajemen Risiko.

cr. http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-1118.html

Untar: OB yang Simpan 1 Kg Ganja Pegawai"Outsourcing", Sudah Mundur

Untar: OB yang Simpan 1 Kg Ganja Pegawai"Outsourcing", Sudah Mundur Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Polisi menangkap Hariyadi, seorang office boy bekerja di Universitas Taruna Nagara (Untar), Jakarta. Pihak Untar memastikan Hariyadi adalah pegawai outsourcing dan sudah tak lagi bekerja di kampus tersebut.

"Bahwa office boy bernama Hariayadi yang ditangkap tersebut adalah pegawai di perusahaan outsourcing. Hariayadi sendiri sudah mengundurkan diri sebagai office boy di Untar," ujar Kepala Bidang Eksternal Humas Untar Yugih Setyanto dalam pernyataannya, Jumat (10/10/2014).

Dengan demikian, kata Yugih, Hariyadi sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan kampus ini. "Sampai kapanpun Untar akan selalu tegas dalam menciptakan kampus yang bebas narkoba dan tidak menolerir siapapun yang terlibat," ujar Yugih.

Hariyadi ditangkap pada Kamis pagi di kos yang dia tempati. Kos Hariayadi beralamatkan di Jalan Pelita 1, Tomang Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Saat ditangkap, Hariayadi hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan.

"Kita tangkap tadi pagi di kosnya. Dari tangan tersangka, kami temukan 1 kg ganja siap edar," kata Kanit Reskrim Polsek Gambir, AKP Budi Setiyadi di Mapolsek Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

Berdasarkan pengakuan Hariayadi, Ia terpaksa menjadi pengedar ganja karena himpitan ekonomi. Bapak 2 anak ini mengaku penghasilannya sebagai office boy tidak cukup untuk membiayai keluarganya. "Dia baru 1 bulan bekerja menjadi OB," tutur Budi.